Muhammad Fikri Febrian, PBI (06020521050)

 

Analisa Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan

 

        Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Ibukota negara Indonesia akan berpindah ke daerah pulau Kalimantan yaitu Provinsi Kalimantan Timur. Hal tersebut diumumkan oleh presiden RI pada tanggal 29 Agustus 2019.melalui rapat terbatas pemerintahan. Rencana pemindahan Ibukota Negara Indonesia ini telah masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional pada tahun 2020-2024. Presiden Joko Widodo menuturkan bahwa, rencananya Ibu Kota Negara Indonesia akan pindah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Ide pemindahan Ibukota ini pertama kali diusulkan oleh Presiden Republik Indonesia ke-1 yaitu Ir. Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Alasan dari pemindahan Ibukota Indonesia adalah dikarenakan oleh Overpopulasi dan masalah lingkungan yang terjadi di Jakarta. Selain itu, terdapat berbagai wawasan nusantara yang harus diperhatikan.

 

1. Geografi

 

        Presiden Joko Widodo telah memilih Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru negara Indonesia. Presiden telah memilih Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Negara. Dua wilayah yang akan dijadikan pusat pemerintahan adalah pada Kecamatan Sepaku di Penajam Paser Utara dan Samboja di Kutai Kartanegara. Terdapat lima alasan yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam pemilihan ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu faktor yang menjadi bahan pertimbangan adalah faktor minimnya terjadi bencana alam di daerah ibu kota Indonesia yang baru. Dikutip dari artikel berita online Merdeka.com, T. Bachtiar seorang ahli geografi mengatakan “bencana itu kan ada yang alam dan ada yang tidak. Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung api, memang risikonya sangat kecil di sana. Gunung apinya juga sangat purba, sudah tidak aktif, dan kemungkinannya kecil dan sulit sekali kalua aktif lagi. karena sudah purba.”

         Namun Bachtiar memberikan sedikit catatan penting terkait kondisi geografis di Kalimantan Timur. Jika pemerintah tidak melakukan pembangunan di lokasi ibu kota yang baru secara baik dan benar, maka bisa saja suatu saat dapat menimbulkan sebuah bencana. Bachtiar mengatakan bahwa salah satu kelemahan dari daerah Kalimantan adalah mayoritas gunungnya adalah gunung api purba. Jadi jika sekali lahannya dibuka,  maka dapat menimbulkan erosi jika tidak dapat mengelolanya dengan baik. Maka dari itu, proses pembangunan harus dapat mengacu pada desain perancangan awal dan masterplan yang telah dibuat. Tujuannya adalah agar proses pembangunan nanti tidak dilakukan secara berlebihan sehingga dapat merusak alam. 

         Seperti yang kita tahu, pulau Kalimantan mayoritas daerahnya masih diisi oleh hutan rimba yang sangat luas, bahkan pulau Kalimantan menjadi paru-paru dunia dan tentunya juga menjadi paru-paru Indonesia. Jangan sampai pembangunan ibu kota yang baru ini menyebabkan hutan yang sangat luas tersebut rusak akibat dari pembangunan ibu kota Indonesia yang baru. Dilansir dari artikel berita online merdeka.com, didalam masterplan rancangan pembangunan ibu kota ini, pemerintah membutuhkan lahan seluas lebih dari 400.000 hektare. Yang mana lahan seluas tersebut akan dibagi menjadi empat zona. Zona pertama akan digunakan untuk kawasan pusat pemerintahan yang meliputi istana negara, kantor kementerian, kantor lembaga negara, botanical garden, dan taman budaya. Sedangkan kawasan kedua akan digunakan untuk menjadi fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, perumahan PNS, dan lain-lain. Zona ketiga akan digunakan sebagai taman nasional, balai konservasi hewan, dan wilayah pemukiman non-PNS. Terakhir pada zona keempat atau bisa disebut zona perluasan ibu kota 2 akan digunakan sebagai wilayah metropolitan dan wilayah pengembangan.

         Tentu pemerintah harus berhati-hati dalam melaksanakan pembangunan ibu kota Indonesia yang baru ini. Segala resiko yang dihasilkan dari proses pembangunan ibu kota yang baru ini harus bisa ditanggung oleh pemerintah, jangan sampai rakyat juga harus menanggung resiko yang dihasilkan. Mengingat daerah yang akan dijadikan ibu kota Indonesia mayoritas masih menjadi daerah hutan yang nanti tentu saja akan ditebang, maka pemerintah harus melakukan penanaman kembali pohon agar Pulau Kalimantan masih memegang predikat sebagai paru-paru dunia dan Indonesia. Penanaman pohon kembali tersebut juga bermanfaat untuk menjaga kualitas tanah agar dapat meminimalisir terjadinya bencana alam.

           2. Geopolitik 

         Presiden Joko Widodo telah memutuskan daerah Kalimantan Timur, tepatnya Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai ibu kota baru Negara Republik Indonesia. Dilansir dari artikel berita online AntaraNews.com, pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Jakarta Emrus Sihombing telah menilai bahwa keputusan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo  memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan secara geopolitik adalah keputusan yang benar karena sudah tepat berada pada tengah wilayah Indonesia. Hal itu dinilai benar karena secara geopolitik lokasi ibu kota yang baru berada pada pertengahan wilayah negara Indonesia. Jadi, nanti presiden dapat lebih mudah mengelola atau mengatur negara dan lebih mudah untuk melakukan pengawasan ke seluruh wilayah Indonesia, baik wilayah barat hingga ke daerah ujung Pulau Sumatera sampai ke daerah Timur sampai ujung tanah Papua. 

           3. Geostrategi

     Geostrategi merupakan suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi geografis negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi memberikan arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Tentu pemerintah harus bisa merancang dengan benar tentang perancangan geostrategi ini. Pemerintah harus dapat membuat rancangan tentang bagaimana menyusun strategi untuk pemanfaatan sumber daya alam yang terdapat pada ibu kota baru nanti. Seperti yang kita tahu, daerah provinsi Kalimantan menyimpan berbagai sumber daya alam yang melimpah karena disana mayoritas masih daerah perhutanan dan daerah perbukitan. Pemerintah juga harus memikirkan tentang bagaimana strategi pertahanan dari calon ibu kota yang baru nanti, karena berbeda dari daerah Jakarta yang masih jauh dari perbatasan laut internasional, daerah calon ibu kota baru Indonesia berdekatan dengan laut internasional yang mana bisa saja kapanpun akan ada penyerangan dari pihak manapun secara tiba-tiba. Maka dari itu pemerintah harus dapat memikirkan dengan matang tentang bagaimana menyusun strategi pertahanan.


 


 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Ideologi Pancasila Dalam Integrasi Nasional