Peran Ideologi Pancasila Dalam Integrasi Nasional
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman di dalamnya, contohnya adalah beragam agama dan kepercayaan, suku, adat-istiadat, kebudayaa, dan bahasa daerah. Negara adalah sebagai organisasi yang didalamnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan serta kecerdasan dari setiap masyarakatnya. Negara juga memiliki tujuan mempererat hubungan antar setiap golongan masyarakatnya agar dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan antar setiap masyarakatnya. Maka dari itu, nilai persatuan dan kesatuan perlu ditingkatkan dan dijaga dengan baik oleh setiap masyarakat agar Negara Indonesia dapat tetap bersatu. Apabila semua warga Indonesia dapat menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama, maka akan lebih mudah bagi Negara Indonesia dalam menghadapi segala bentuk macam gangguan yang dapat menyebabkan persatuan dan kesatuan dari setiap warga Indonesia hancur.
Pengaplikasian Pancasila yang dijadikan sebagai ideologi bangsa yang memiliki sila-sila dalam Pancasila memiliki peran yang sangat penting dalam integrasi nasional karena disebabkan oleh bermacam puaknya kelompok masyarakat yang ada di berbagai macam wilayah Indonesia yang telah tiba saatnya untuk diaktualisakan dalam kehidupan sehari-hari dan harus disosialisasikan secara terus menerus. Pancasila yang dijadikan sebagai ideologi bangsa Indonesia dijadikan sebagai pedoman dalam upaya mencapai suatu tujuan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang dimaksud dengan peran Pancasila yang menjadi ideologi di dalam kehidupan berpolitik negara Indonesia adalah menjadi landasan sekaligus menjadi tujuan dalam kehidupan berpolitik negara Indonesia.
Keterkaitan Pancasila yang menjadi ideologi bangsa dengan kehidupan di dalam dunia politik bangsa Indonesia berada pada kualitas nyata yang terdapat di dalam diri masyarakat itu sendiri di dalam mengaktualisasikan sila-sila dari Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterkaitan mengaktualisasikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari juga terdapat pada sisi komparatif dari ideologi tersebut terhadap berbagai macam ideologi-ideologi yang lain seperti contohnya ideologi neoliberalisasi sehingga negara kita yang menganut ideologi Pancasila menjadi paham dan menghayati dengan baik alasan dan hal-hal yang menjadikan Ideologi Pancasila sebagai landasan sekaligus juga menjadi upaya membangun diri setiap individu masyarakat dalam berbagai macam aspek kehidupan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk kehidupan politik pada saat penetapan kebijakan politik dan pemerintahan.
Menurut Oetojo Oesman (1993/1994), ideologi juga memiliki peran dalam integrasi nasional, maka diperlukan adanya kajian mengenai bagaimana upaya yang harus diambil supaya ideologi dapat berperan sebagai faktor integratif. Maka dari itu, diperlukan tiga dimensi, yaitu: dimensi fleksibilitas, dimensi idealis, serta dimensi realis. Dengan adanya tiga dimensi tersebut, dapat membedakan antara ideologi yang memiliki rangka yang ideal serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral, perilaku yang luhur dalam substansi maupun dalam bentuk pengimplementasiannya dengan ideologi yang tidak memilikinya.
Ideologi yang baik tersebut diperlukan adanya dimensi fleksibilitas yang bertujuan untuk memapak kebutuhan dari bangsa serta perkembangan dunia. Seperti yang kita ketahui, ideologi berasal dari pandangan hidup suatu bangsa, sehingga lebih jelas perumusannya. Meskipun begitu, ideologi ternyata memiliki beberapa sisi negatif, yaitu: ideologi memiliki kecenderungan terlalu berlebihan mengenai sudut pandangnya, bahkan sering menjadi alat untuk mendoktrin. Dengan begitu, hal tersebut akan memiliki kecenderungan untuk memonopoli semua kebenaran yang ada, atau juga sering memberikan ruang untuk pengembangan pemikiran terhadapnya. Dengan begitu, hal tersebut juga dapat menimbulkan faktor disintegrasi. Apabila hal tersebut dapat terjadi, maka ruang gerak bagi masyarakat untuk melakukan perkembangan dan kemajuan akan menjadi semakin terbatas.
Berdasarkan hal tersebut, diperlukan adanya upaya yang dilakukan yang juga harus selaras dengan perkembangan kehidupan dari masyarakat serta bangsa dan negara yang dinamis, sehingga pengimplementasian ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dapat berjalan secara nyata. Dengan adanya lembaga pemerintah yang bernama Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), telah menjadi tugas mereka untuk mensosialisasikan ideologi Pancasila kepada masyarakat Indonesia yang saat ini telah mengimplementasikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Sumber Referensi:
Hasibuan, S. Afriadi. Sulistyono, Djoko. 2018. Peranan Ideologi Dalam Integrasi Nasional. Jurnal Kebijakan Pemerintahan Vol. 1, No. 1, Juni 2018:1-10
Oetojo Oesman. 1993/1994. Peranan Ideologi Dalam Integrasi Nasional. Jakarta. Mimbar BP-7 No.62
Komentar
Posting Komentar